<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Life After Death</title>
	<atom:link href="http://hidupsesudahmati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hidupsesudahmati.wordpress.com</link>
	<description>Tuhan, murkakah Engkau bila aku berbicara dengan hati dan otak yang bebas, hati dan otak sendiri yang telah Engkau berikan kepadaku dengan kemampuan bebasnya sekali...? Tuhan, maklumi aku bila berani menyampaikan pikiran yang timbul dalam pikiranku dengan kejujuran</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jun 2008 06:28:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hidupsesudahmati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Life After Death</title>
		<link>http://hidupsesudahmati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hidupsesudahmati.wordpress.com/osd.xml" title="Life After Death" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hidupsesudahmati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Siklus Kematian dan Kehidupan (1)</title>
		<link>http://hidupsesudahmati.wordpress.com/2008/06/18/siklus-kematian-dan-kehidupan-1/</link>
		<comments>http://hidupsesudahmati.wordpress.com/2008/06/18/siklus-kematian-dan-kehidupan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 07:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hidupsesudahmati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hidupsesudahmati.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Mati dan Hidup adalah ciptaan Allah sebagaimana dalam Surat Al Mulk (67) ayat 1-2. Ayat 1 ”Maha Suci Alah yang menguasai segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Ayat 2 “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun”. Segala ciptaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hidupsesudahmati.wordpress.com&amp;blog=3941414&amp;post=7&amp;subd=hidupsesudahmati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Mati dan Hidup adalah ciptaan Allah sebagaimana dalam Surat Al Mulk (67) ayat 1-2.<br />
Ayat 1<br />
”Maha Suci Alah yang menguasai segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”<br />
Ayat 2<br />
“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun”.</p>
<p>Segala ciptaan Allah, pasti akan berakhir dengan ketiadaan. Kita lahir artinya menjadi ada dari tiada. Lalu mati artinya menjadi tiada dari ada. Matipun berakhir. Karena ia ciptaan. Berakhirnya mati. Ya hidup. Jadi, bukan hanya kehidupan yang berakhir. Kematianpun berakhir. Diungkapkan dalam pelajaran taukhid :</p>
<p>” Min al adam ila al mawjud tsuma al adam ba’da al mawjud.”<br />
Artinya Dari ketiadaan menjadi wujud, kemudian menjadi ketiadaan setelah wujud.</p>
<p>Mati-Hidup-Mati-Hidup adalah suatu proses yang diciptakan Allah. Setelah proses ini tuntas, maka manusia baru bisa kembali kepada Allah.</p>
<p>Proses penciptaan ini juga berulang-ulang sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Ar Rum (30) ayat 11. Allah berfirman sebagai berikut :</p>
<p>&#8220;Allah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, kemudian kepada Nya kamu dikembalikan &#8220;</p>
<p>Dulu (tadinya) kamu mati, raganya yang mati seperti dalam surat Al Baqarah (2) ayat 28.</p>
<p>”Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan”.</p>
<p>Rohnya masih berada disisi Allah (belum ditiupkan), setelah raganya disiapkan oleh Allah melalui proses bertemunya sel sperma dan sel telur. Surat As Sajdah (32) ayat 7 dan 8.</p>
<p>” Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah ” (ayat 7).</p>
<p>” Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)” (ayat 8).</p>
<p>Barulah Roh ditiupkan kepada raga atau tubuhnya sehingga ia bisa hidup sebagaimana manusia hidup, mendengar dan melihat serta bergerak. Surat As Sajdah (32) ayat 9.</p>
<p>”Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)Nya kedalam (tubuh)nya*) dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur”.<br />
*) Wa nafakho fihi min ruukhihii</p>
<p>Kemudian kamu akan dimatikan. Surat As Sajdah (32) ayat 11.</p>
<p>”Katakanlah, ”Malaikat maut yang diserahi untukmu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan”.</p>
<p>Surat Al Anbiya’ (21) ayat 35 menyebutkan bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan mati.</p>
<p>”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami”.</p>
<p>Proses kematian ini digambarkan oleh Allah dalam beberapa surat, yaitu Surat Mu’minuun (23) ayat 99-104, Surat Qaaf (50) ayat 16-24 dan Surat Az Zumar (39) ayat 68-75.</p>
<p>Marilah kita amati Surat Al Mu’minuun.<br />
Ayat 99<br />
”(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata ” Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)”<br />
Ayat 100<br />
”agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh/perantara/dinding sampai hari mereka dibangkitkan”<br />
Ayat 101<br />
”Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian nasab diantara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya”<br />
Ayat 102<br />
”Barang diapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan”<br />
Ayat 103<br />
”Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal didalam jahanam”.<br />
Ayat 104<br />
”Muka mereka dibakar api neraka dan mereka didalam neraka itu keadaan cacat”.</p>
<p>Dalam Surat Al Mu’minuun ini digambarkan kematian orang kafir yang berada di alam barzakh dan kemudian dibangkitkan dengan tiupan sangkakala. Dan kemudian yang ringan timbangannya dibawa kedalam nar. Dan mereka dalam keadaan cacat.</p>
<p>Gambaran dalam Surat Qaaf adalah sbb :<br />
Ayat 16<br />
”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya”<br />
Ayat 17<br />
”(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.”<br />
Ayat 18<br />
”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”<br />
Ayat 19<br />
”Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya”<br />
Ayat 20<br />
”Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman”.<br />
Ayat 21<br />
”Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat pengiring dan seorang malaikat penyaksi”.</p>
<p>Dalam Surat Qaaf ini, digambarkan bahwa setiap diri didampingi oleh malaikat pencatat dan pengawas. Setelah datang sakaratul maut, kemudian ditiup sangkakala. Dan kemudian tiap diri dibangkitkan dengan didampingi malaikat pengiring dan penyaksi.</p>
<p>Surat Az Zumar menggambarkan sbb:<br />
Ayat 68<br />
”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang dilangit dan di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian di tiup sangkakala sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”.<br />
Ayat 69<br />
”Dan terang benderanglah bumi dengan cahaya Tuhannya dan diberikanlah buku dan di datangkanlah para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan diantara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan”.<br />
Ayat 70<br />
”Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan”.<br />
Ayat 71<br />
”Orang-orang kafir dibawa ke jahanam berombong-rombongan &#8230;.. ”<br />
Ayat 73<br />
”Dan orang-orang bertaqwa kepada Tuhan dibawa kedalam jannah berombong-rombongan pula&#8230;&#8230;.”.</p>
<p>Dalam surat Az Zumar ini digambarkan bahwa semua mati kecuali yang dikehendaki Allah. Ini tetap menggambarkan kematian individu tetapi dalam jumlah banyak. Di bumi ini yang mengalami kematian, tentu dalam jumlah banyak setiap harinya. Dan yang masih hidup, itulah yan masih di kehendaki Allah.<br />
Di bumi inilah Tuhan memberikan buku (perhitungan perbuatan masing-masing), kemudian orang kafir secara berombongan dibawa ke jahanam. Dan orang taqwa secara berombongan pula dibawa ke dalam jannah. Berarti jannah dan jahanam di bumi dalam hal kematian diri ini.</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hidupsesudahmati.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hidupsesudahmati.wordpress.com&amp;blog=3941414&amp;post=7&amp;subd=hidupsesudahmati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hidupsesudahmati.wordpress.com/2008/06/18/siklus-kematian-dan-kehidupan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/668d4b00c6e178e0dc72a78f0f9a7daa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hidupsesudahmati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketetapan Allah</title>
		<link>http://hidupsesudahmati.wordpress.com/2008/06/10/ketetapan-allah/</link>
		<comments>http://hidupsesudahmati.wordpress.com/2008/06/10/ketetapan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 08:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hidupsesudahmati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup Sesudah Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Ketetapan Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidupsesudahmati.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Apakah manusia sebelum lahir sudah ditetapkan oleh Allah dengan ketetapan baik atau ketetapan buruk. Apakah Allah menetapkan manusia itu dengan sewenang-wenang ? Apakah benar manusia sebelum lahir ditetapkan Allah seperti dalam Lauh Mahfuzh ? Apa itu Lauh Mahfuzh ? Marilah kita pelajari pertanyaan-2 diatas melalui ayat-2 Al Quran. Surat Al Hajj (22) ayat 70 &#8220;Apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hidupsesudahmati.wordpress.com&amp;blog=3941414&amp;post=3&amp;subd=hidupsesudahmati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah manusia sebelum lahir sudah ditetapkan oleh Allah dengan ketetapan baik atau ketetapan buruk. Apakah Allah menetapkan manusia itu dengan sewenang-wenang ? Apakah benar manusia sebelum lahir ditetapkan Allah seperti dalam Lauh Mahfuzh ? Apa itu Lauh Mahfuzh ? Marilah kita pelajari pertanyaan-2 diatas melalui ayat-2 Al Quran.</p>
<blockquote><p>Surat Al Hajj (22) ayat 70</p>
<p>&#8220;Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>Surat Faathir ayat 11</p>
<p>&#8220;Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>Surat Yaasiin (36) ayat 12</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>Surat Ar Ra&#8217;d (13) ayat 39<br />
&#8220;Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).&#8221;</p></blockquote>
<p>Dilihat ayat-ayat yang menjelaskan Lauh Mahfuzh diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Lauh Mahfuzh adalah suatu kumpulan ilmu (Al Hajj ayat 70) dan kumpulan catatan tentang perbuatan manusia ( Yaasiin ayat 12) serta kehendak Allah ( Ar Ra’d ayat 39 dan Faathir ayat 11).<br />
Berkaitan dengan ketetapan Allah, ayat tentang Lauh Mahfuzh yang berkaitan tentunya yang mempunyai arti ” kumpulan catatan perbuatan manusia dan kehendak atau ketetapan Allah”<br />
Ketetapan Allah bukanlah merupakan ketetapan yang sewenang-wenang dan merugikan manusia. Ketetapan Allah merupakan ketetapan yang seadil-adilnya tergantung dari perbuatan manusia yang telah dikerjakan sebagaimana ayat berikut ini.</p>
<p>Surat Yunus (10) ayat 44</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.&#8221;</p>
<p>Surat Al Ankabuut (29) ayat 40<br />
&#8220;Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. &#8220;</p>
<p>Surat Asy Syuura (42) ayat 30</p>
<p>&#8220;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).&#8221;</p>
<p>Surat An Nisaa&#8217; (4S) ayat 40</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscahya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar&#8221;</p>
<p>Seorang yang dilahirkan cacat, atau orang yang dilahirkan oleh seorang ibu yang miskin dan papa yang rumahnya dibawah jembatan atau orang yang dilahirkan dari seorang ibu dan ayah yang beragama yahudi dan kristen. Apakah ini merupakan ketetapan Allah ? Ya ini merupakan ketetapan Allah berdasarkan hasil perbuatannya yang dicatat dalam Lauh Mahfuzh ( Surat Yaasiin (36) ayat 12)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)&#8221;</p>
<p>Jika hidup ini baru pertama kali, maka pernyataan bahwa Tuhan sedikitpun tidak merugikan hambaNya, tidak benar adanya. Didalam Al Quran Tuhan telah menyatakan dengan tegas bahwa Dia tidak merugikan manusia sedikitpun, bahkan diri manusia yang menganiaya dirinya sendiri seperti surat diatas. Allah menetapkan berdasarkan hasi hisab perbuatan yang dilakukan manusia. Perbuatan yang mana, ya, perbuatan yang dilakukan sebelumnya dalam kehidupan ini dan atau perbuatan sebelum di hidupkan kembali. Dihidupkan dimana ? Ya, dihidupkan lagi di bumi sebagaimana Surat An Naazi´aat (79) ayat 14</p>
<p>&#8220;maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.&#8221;</p>
<p>Dipermukaan bumi yang mana ? Yang jelas yang dimaksud bumi tentu seperti bumi yang kita pijak ini.</p>
<p>Serta merta hidup kembali di permukaan bumi ini terus jemegler (Bhs.Jawa) hidup diatas bumi. Tentu tidak, pasti melalui proses kelahiran. Karena Tuhan telah memberikan metafor terhadap proses kebangkitan atau kehidupan sesudah mati. Seperti dalam Surat Qaf (50) ayat 11.</p>
<p>&#8220;untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan&#8221;</p>
<p>Kalau tanah itu menjadi hidup tentunya akan muncul trubus atau kecambah yang akan menjadi tanaman-tanaman. Demikian juga proses kebangkitan atau proses kelahiran kembali. Ya, tentunya proses kelahiran itu melalui hubungan suami istri. Kebangkitan manusia ini disamakan dengan hidupnya tanah yang kering kemudian tumbuh tunas (kecambah) tanaman dan seterusnya. Jadi manusia dibangkitkan itu tidak langsung serta merta (Bhs. Jawa : jemegler) jadi manusia dewasa. Tetapi melalui proses bertemunya sel sperma dan sel telur, kemudian berproses menjadi bayi dan dewasa.<br />
Dengan demikian takdir buruk dan takdir baik itu merupakan hasil perbuatan manusia sendiri dan bukan kehendak Allah yang berdasarkan kesewenang-wenangan. Tuhan menetapkan apa yang Ia kehendaki dapat diartikan Tuhan berkehendak menetapkan apa yang dikehendaki hambaNya. Tuhan tidak pernah membuat manusia menderita dalam hidupnya. Ini bukan hanya untuk orang-orang tertentu. Semua manusia tak pernah dan tak akan dianiaya oleh Tuhan. Bahkan jika manusia berbuat kebaikan sekecil apapun, Allah akan melipat gandakannya. Faktor inilah yang membuat manusia dapat menyempurnakan dirinya. Tuhan, dalam hal ini, hanya menjadi fasilitator. Tuhanlah yang memberi rahmat dan kemudahan pada diri manusia.</p>
<p>Wa llahu alam bi showab.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hidupsesudahmati.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hidupsesudahmati.wordpress.com&amp;blog=3941414&amp;post=3&amp;subd=hidupsesudahmati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hidupsesudahmati.wordpress.com/2008/06/10/ketetapan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/668d4b00c6e178e0dc72a78f0f9a7daa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hidupsesudahmati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
